Legal online casino_Gaming Forum_Lottery App

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kami online judi,Nampan awal sepak bola,Asli situs bakarat

ABaccarat Baccarat glassglassku lBaccarat glassebiBaccarat glassh baik bekerja pada perusahaan yang lebih mementingkan tentang apa yang kami lakukan, daripada tentang apa yang kami kenakan. Jika sebuah perusahaan melakukan sebuah hal besar, siapa yang akan peduli dengan apa yang kami kenakan? Pekerjaan seharusnya tentang produktifitas, bukan dress codes.

Aku tahu adalah hal yang sulit bagimu untuk melihatku memasuki dunia kerja setelah wisuda ini. Rasanya seperti melihat gadis kecilmu pergi ke luar rumah tanpa jaket sementara mentari begitu terik. Bagaimana nanti kalau aku kepanasan dan kulit menghitam? Andai kau di sini bisa dipastikan itulah yang akan kau katakan.

Ibu, aku tahu kau lebih memilih masa depan tertentu untukku. Namun pilihan hidup yang kuambil justru membuatmu mengangkat alis. Di tempat kerjaku tidak perlu berpenampilan rapi untuk mendapat promosi. Bukan karena aku tidak ingin bekerja serius, Bu. Aku hanya ingin berbeda dari kebanyakan teman-temanku. Menekuni apa yang diri sukai, berharap kesuksesan menghampiri. Bukan mencari pekerjaan yang banyak uang lalu baru belajar mencintai pekerjaan itu.

Bu, janganlah mengangkat alismu lagi. Biarkan aku menjelaskan lebih banyak kali ini…

Mengubah sudut pandang memang sulit, Bu. Hal ini aku tahu pasti. Namun ada satu hal yang aku ingin Ibu mengerti, hanya karena aku tidak berjalan dan bekerja pada jalur yang Ibu bayangkan selama ini, bukan berarti aku tidak bekerja sama sekali. Hanya karena aku tidak berpakaian rapi, bukan berarti pekerjaanku sembarangan.

Mungkin aku adalah bagian dari generasi baru, sebuah generasi yang menempatkan nilai-nilai dan kemampuan bekerja kami jauh lebih penting daripada pandangan orang lain terhadapnya.

Mungkin aku manja. Atau mungkin aku hanya berusaha untuk jujur kepadamu, Ibu.

Sudah banyak orang yang ingin bekerja hanya demi status saja. Aku ingin menjadi berbeda.

Pekerjaan yang Ibu inginkan untukku mungkin akan tampak wah di hadapan banyak orang. Rapi, cantik/ganteng dengan seragam — mapan dan memiliki tangga karier yang jelas. Tapi walau hanya memakai jeans saja tiap harinya, aku memiliki banyak pilihan jalan. Di kantorku pun tak hanya ada anak tangga saja, namun juga ada eskalator, elevator, dan bahkan karpet ajaib untuk membantu pegawainya menyelesaikan misi dan tugas-tugas kerja. Tidak ada jalan atau cara yang pasti untuk ke atas, namun perusahaan selalu membantu agar pegawainya bisa berkembang. Ya, aku tak ingin bekerja hanya karena status di masyarakat saja. Lewat karyaku aku ingin melakukan sesuatu yang berguna. Mewujudkan mimpi sambil membantu sesama.

Hanya karena aku menolak mengikuti jalanmu, bukan berarti aku tidak akan menjadi hebat, Bu.

Hardikanmu untukku tak mematahkan semangatku, namun justru menciptakan mimpi baru. Jika selama ini aku hanya bercita-cita menjadi penulis atau desainer grafis terkenal, kini aku juga bercita-cita membuat Ibu mengubah pikiran dan mendukungku. Ketahuilah, mendapatkan gaji besar dan bekerja dalam seragam bukanlah hal yang paling utama untukku. Saat ini, aku jauh lebih ingin menciptakan sesuatu, memelihara sesuatu, menemukan sesuatu yang baru.

Aku ingin tumbuh bersama mereka yang melihatku apa adanya… via elitedaily.com

“Kamu kerja apa, sih? Kenapa nggak di tempat yang banyak orang tahu biar gampang jelasinnya? Kenapa santai banget pakai jeans sama t-shirt, nggak ada seragamnya?”

Ibuku sayang,

Jika pakaian adalah sebuah representasi dari siapa diri kita, maka aku ingin bekerja untuk seseorang yang membiarkanku untuk berekspresi. Seragam dan setelan adalah sebuah bentuk penahanan ekspresi diri sendiri. Bekerja seharusnya tidak boleh terasa seperti terpenjara, seharusnya bekerja mampu membuatmu merasa berharga dan bebas.

I will, and I’ll prove it.